OLEH : ULIK ALTA
NPM : 13131011014
DOSEN PEMBIMBING : Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM
NPM : 13131011014
DOSEN PEMBIMBING : Prof. SUPLI EFFENDI RAHIM
Pembuatan
kompos (composting) dapat dijadikan jalan keluar dalam mengelola limbah. Kompos
sangat berguna dalam memanfaatkan sampah organik (berasal dari benda hidup)
menjadi material yang dapat menyuburkan tanah (pupuk kompos). Selain itu,
pembuatan kompos secara komersil dapat dijadikan sebuah peluang usaha yang
menggiurkan. Seiring dengan berjalannya waktu, sampah yang dihasilkan manusia
akan terus bertambah dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia tersebut.
Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan,
bahkan sampah telah menjadi masalah serius di perkotaan. Kompos dapat dibuat
untuk meminimalisasi efek negatif yang ditimbulkan sampah dengan membuatnya
menjadi lebih bermanfaat secara ekologis maupun finansial.
Pemanfaatan
sampah organik pada pembuatan kompos ini dapat dijadikan jalan keluar dalam
mencegah timbulnya kembali tumpukan sampah seberat ribuan ton yang telah
menyebabkan longsor dan korban jiwa. Jika saja sebelumnya sampah tersebut dapat
diolah menjadi kompos, maka musibah longsor dan korban jiwa dapat dihindarkan.
B.
Prinsip pengomposan
Dalam kondisi alami, hewan dan tumbuhan akan mati di atas tanah. Makhluk
hidup yang telah mati tersebut akan diuraikan bakteri pembusuk, kemudian
membentuk suatu material yang dapat menghidupkan dan menyuburkan tanaman.
Proses yang terjadi dalam pembuatan kompos
ini tidak jauh berbeda dengan proses pada penguraian tersebut. Oleh karena itu,
pembuatan kompos sering dianggap
sebagai seni dalam merubah kematian menjadi kehidupan (the art of turning
death into life).
National Organic Gardening Centre yang berada di Kota Coventry, Inggris dalam publikasinya menjelaskan,
pembuatan kompos pada dasarnya
adalah membuat suatu kondisi yang mendukung (favourable condition) bagi
pertumbuhan populasi mikroorganisme dalam proses pembusukan untuk membuat
material humus yang sangat penting bagi tanah. Pembusukan dalam pembuatan kompos akan lebih cepat (speeded up)
dibandingkan dengan pembusukan yang terjadi pada proses alami.
Prinsip pembuatan kompos
merupakan pencampuran bahan organik dengan mikroorganisme sebagai aktivator.
Mikroorganisme tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti kotoran ternak (manure) atau
bakteri inokulan (bakterial inoculant) berupa Effective
Microorganisms (EM4), orgadec, dan stardec. Mikroorganisme
tersebut berfungsi dalam menjaga keseimbangan karbon (C) dan nitrogen (N) yang
merupakan faktor penentu keberhasilan pembuatan kompos.
C. Aplikasi
I.
Alat-alat
yang diperlukan adalah:
1)
Pencacah
(pisau atau mesin pencacah).
2)
Bak
komposter mini lengkap dengan tutupnya (bisa dibuat dari ember bekas cat ukuran
25 kg).
3)
Sprayer
untuk menyemprot bio aktivator.
Dokumentasi :
Design yang akan dibuat :
II.
Cara Pembuatan:
1)
Pisahkan
sampah daun/sayur dengan sampah non organik.
2)
Rajang/cincang/cacah
sampah organik dengan ukuran 1-2 cm.
3)
Masukkan
sampah organik yang sudah dicacah ke dalam komposter mini.
4) Semprot/siram
sampah organik dengan larutan bioaktivator hingga merata dengan takaran satu
tutup botol (10 cc), dicampur dengan satu liter air.
5) Tutup
rapat-rapat bak komposter mini dan letakkan di tempat teduh. Lakukan
penyemprotan setiap kali memasukkan sampah organik dan tutup kembali. Lakukan
penambahan dan penyemprotan sampah organik secara berulang sampai bak komposter
mini penuh.
6) Diamkan
selama tujuh sampai 14 hari agar terjadi proses komposting yang akan
menghasilkan pupuk cair dan pupuk padat. Pupuk cair dan pupuk padat dipisahkan
oleh saringan.
7)
Pupuk cair
dapat diambil dengan membuka keran mulai pada hari ke-5 dan seterusnya. Jika
air lindi (pupuk cair) berbau tak sedap, campurkan dengan air dengan
perbandingan 1 : 5. Tambahkan pula satu sendok makan kapur sirih yang
dilarutkan dengan air, kemudian tuang ke dalam botol lindi. Warna lindi akan
berubah jadi agak jernih dan tak berbau.
8)
Ambil pupuk
padat yang sudah menjadi bubur kompos, tambahkan bahan aditif (dapat berupa
sekam, arang sekam, serbuk gergaji perbandingan 2 : 1).
9)
Sebelum
digunakan sebagai pupuk atau media tanam, kompos harus terlebih dahulu
dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
10) Pupuk
organik cair dapat langsung digunakan sebagai pupuk tanaman. Apabila pupuk cair
organik akan disimpan, sebaiknya difermentasi dahulu dengan bahan bioaktivator
dengan perbandingan 4 : 1.
.